Sambil buang air kecil, aku berpikir untuk mengajak Nidar pulang saja tanpa harus menunggu hingga selesainya cerita film itu, karena kami juga tidak konsentrasi lagi nonton.“Dar, kita pulang aja yuk, filmnya kurang menarik. “Uhh..ihh..aahh” Nafas Nidar seolah tak terkendali dan sulit dirahasiakan, untung hujan keras. Bokep SMA Sekitar jam 3.00, aku mendengar Nidar turun dari kasur dan melangkahkan kakinya. Semua serba harus teratur, terkontrol dan harus minta izin jika mau keluar rumah. Temanku nggak mau ke sini, capek katanya” sambil kusetel volume TV-nya.Setelah mereka selesai makan, Nidar lalu mencuci piring dan kedua orangtuanya duduk di sampingku sambil ngobrol, termasuk ia tanyakan soal rencana KKN-ku, bahkan soal-soal rencana tempat tinggalku sekembalinya kami dari lokasi KKN.“Kalau tidak keberatan Dit, kamu bisa tinggal aja nanti di rumahku setelah kembali dari KKN, kebetulan masih ada satu kamar kosong” tawarannya padaku seolah sangat serius. Bugil total sambil menindih dan merapatkan tubuhnya di atas tubuhku.“Pelan-pelan sayang, nanti kedengaran dari dalam dan kita kepergok” bisikku di telinganya. Ia lalu mencium


















