Aku mencoba mengintip dari lubang kunci, ternyata tubuh Non Kristin mulus dan susunya sangat kenyal, kuamati terus saat Non Kristin menyiramkan air ke tubuhnya, dengan perasaan berdegap aku masih belum beranjak dari tempatku semula. Akhirnya aku keluar dan kulihat Bik Miatun masih asik dengan cucianya.“Ngapain kamu tadi didalam Jon?” tanya Bik Miatun.“Ah.. Bokep ngg.. enggak Bik..” jawabku sambil terus ngeloyor pergi.“Lho kok nggak kenapa? Sambil terus mengintip, tanganku juga memegangi penisku yang memang sudah tegang, kulihat Non Kristin membasuh sabun keseluruh badannya aku nggak melewatkan begitu saja sambil tanganku terus memegangi penis. ngapain kamu.”Aku terkejut cepat-cepat kututup resleting celanaku, betapa malunya aku.“Ng.. nggak Bik” jawabku dengan gugup.“Sebentar Bik, aku mau buang air besar” kataku, lalu aku segera masuk kedalam WC, tapi kali ini aku tak lupa untuk mengunci pintunya.Didalam WC aku hanya bisa membayangkan paha mulus Bik Miatun sambil memegangi penisku yang memang sudah menegang cuma waktu itu aku nggak merasakan apa-apa, cuma penis ini tegang saja.




















