Pintu pelan-pelan ku buka, dengan belati yang ada di tanganku, aku tidak segan-segan berbuat kasar lagi. Bokep Rusia Segera aku dan Mamat mengeluarkan tali untuk menyekap seseorang yang sedang tertidur pulas itu, entah Rianti atau adiknya, tanpa penerangan aku sulit mengenalinya.“Hump….” Mamat langsung menutup mulutnya yang serentak gadis itu pun terkejut tanpa perlawanan berarti karena aku dengan sigap telah menangkap kaki dan tangannya serta ku ikat kuat. Ku lihat bra warna hitam membaluti susunya yang cukup kecil, namun sangat menggairahkan. Saat ini aku benar-benar indehoy, dendamku terbalaskan, aku rela melepas Rianti asal dapat mencicipi adiknya ini, aku sudah sangat puas, biarlah pengorbananku selama dua tahun terbayarkan malam ini. ‘Tok tok tok…’ suara ketukan pintu. Anak orang mau dikasih makan apa?” jawabku sambil tertawa kecil. Pipinya bersentuhan dengan maskerku yang sedikit kasar dan bau ini, ku cium bibir hingga ke lehernya, hmm, harum sekali. Mendengar ini tentu saja aku sakit hati, apalagi mendengar Rianti akan dijodohkan dengan orang lain yang lebih kaya.




















