Tangannya kemudian memegang kepalaku, meraih pinggang dan menangkap kakiku dan memutarnya ke arah mukanya. Bokep Mama Aku tahu sekarang bahwa ia pun akan segera mengakhiri pertarungan ini dan menggapai puncak kenikmatan. Bu Ismi bergetar keras dan mulai meracau. Harumnya parfum yang dipakainya sangat membantuku untuk rileks namun juga sangat menimbulkan gairah. Giginya dibenamkan di bahuku sampai membekas. Sementara itu tangan kananku meremas halus buah dadanya. Ketika memberikan belanjaanku ia seolah-olah memalingkan mukanya ke arah TV dan seperti tanpa sengaja telapak tangannya mengusap lenganku. Lidahku sudah berada di lipatan pahanya, menggantikan jariku tadi. Ia langsung melahap penisku sampai habis. Tangannya tak mau kalah memegang, meremas dan mnegocok kejantananku. Kurasakan darah mengalir deras ke penisku. Akhirnya kusemburkan spermaku ke dalam vagina Bu Ismi dengan menekan pantatku kuat-kuat sampai menyentuh dinding rahimnya. Kepala penisku kelihatan kemerahan dan mengkilat karena dari lubangnya sudah mulai keluar cairan bening agak kental dan lengket.Diusapnya lubang kejantananku dengan ibu jarinya dan diratakannya cairan bening yang keluar tadi di atas kepalanya sehingga




















