Akupun secara spontan melepas blazerku agar Arif nyaman ketika meremas buah dadaku. Vidio XNXX Banyak sekali sperma yang dikelurkan saat itu, udah banyak kental lagi, wow mantap, kalau masuk kevaginaku udah pasti itu akan membut aku hamil,hhe. Sejenak aku lirik jam tanganku waktu sudah menunjukan jam 09.48 WIB. Saat itu penisnya dia pegang dengan tanganya lalu spermanya disemprotkan pada pantatku,
“ Ughhhhh… hangat sekali Rif sperma kamu, Oughhhhh…, ” ucapnya. Benar juga yah kata Arif, kalau kami berlama-lama melakukan foreplay bisa-bisa kami ketahuan, soalnyakan kita mesum di pantry karyawan. “ Rif aku tuh udah lama perhatikan kamu, aku suka kamu Rif, kamu mau nggak puasin aku, ” ucapku dengan wajah penuh birahi. Pada pagi itu aku lihat Arf sibuk sekali, baru jam 9 pagi saja dia sudah disuruh-suruh oleh para karyawan. Yah maklumlah orang bisniskan emang harus supple, hhe. Gerakan naik turun penisnya membuat tubuhku bergetar tidak karuan. Entah mengapa aku bisa simpatik sekali denganya, yah mungkin saja karena dia santun atau jangan-jangan aku




















