Untungnya dua buah kondom masih tersimpan dengan baik, aku cek tanggal kadaluarsanya yang masih lama itu. Meski begitu, aku belum merasakan ingin mencapai klimaks. Bokep Montok Aku sendiri tidak banyak berbicara karena aku memang tipe orang yang pendiam.Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Aku yang berbaring terlebih dahulu pun memberikan isyarat kepada Niken untuk menghisap batang kemaluanku. Entah setan apa yang merasuki diriku, aku pun mengikuti Niken yang sedang berganti baju di kamar.Pintu kamarnya tidak tertutup dengan rapat sehingga aku bisa membukanya tanpa bersuara. Kali ini giliran ku untuk memuaskan Niken. Tidak lama, wanita tersebut keluar dengan membawa bangku kecil dari plastik berwarna merah lalu memberikannya kepadaku. “Ah enggak kok, aku juga baru selesai kerjanya.” Ujar Niken sambil naik ke motorku. Anehnya tidak ada banyak perlawanan dari Niken, hanya rintihan dan desahan yang justru membuat aku semakin bernafsu. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor Niken tersebut.




















