berikan saya lima juta rupiah saja…nanti bias dipotong gaji saya”…kataku menghiba..Air mataku mulai mengalir dari sudut-sudut mataku..“Kamu tau kan, biro ini sedang kekurangan modal”, kata Om Roby dengan datar dan tenang.. Film Porno Sementara, aku sendiri sudah kehabisan uang karena kini sudah tanggal tua.Uang hanya cukup untuk menyambung hidup beberapa hari. Tangisku yg tertahan pun mulai keluar juga… Namun Om Roby tetap tak peduli.. berikan saya lima juta rupiah saja…nanti bias dipotong gaji saya”…kataku menghiba..Air mataku mulai mengalir dari sudut-sudut mataku..“Kamu tau kan, biro ini sedang kekurangan modal”, kata Om Roby dengan datar dan tenang.. .Kejadian di kantor saat itu barulah sebuah awal penderitaanku.Om Roby ternyata menjualku pada para pria hidung belang, bukan sekedar untuk membayar hutangku, namun juga untuk membiayai bironya yg hampir bangkrut itu… Dengan jilbab di kepala dan wajahku yg keibuan, banyak bos-bos yg rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk diberikan pada Om Roby, demi memperoleh kesempatan menjepitkan k0ntolnya ke dalam liang memek dan anusku, dengan tetap mengenakan jilbabku…Bahkan Om Roby




















