Melihat ada lampu hijau, aku mulai lebih berani, kadang merangkul dia, kadang menyandarkan badan ke badan dia dan dia tetap santai. Bokep ”Na.. Lagi sibuk yah..??” tanyaku. Ah..ah.. Aku mulai melihat perubahan2 kecil dari sikapnya, sinar matanya tidak seketus sebelum2nya. Aku menurunkan kecepatanku, tapi tiba2 dia bangun dan memintaku untuk di posisi bawah, dia segera menaikiku dan mulai bergerak naik turun. Dia termasuk bagus main bilyardnya dan permainna kami tidak jauh berbeda, mungkin aku hanya menang karena jam terbangku lebih tinggi saja. Aku tanya lagi
”Kenapa nangis Na..?” akhirnya dia minta maaf padaku sampai terjadi ML denganku. Aku melakukan semua itu dengan tetap melayani ciuman Nana yang makin lama makin ganas, sampai kadang aku agak gelagapan susah napas dibuatnya. Ah..ah.. pernah aku mencoba mencampurnya kedalam air putih, ternyata air menjadi hijau dan sedikit ada bau rempah-rempah. Di lobby aku menunggu lama dan tidak juga nongol, tapi aku nekad menunggu terus, sampai akhirnya 19.00 dia keluar dan agak kaget melihatku masih menunggunya mungkin dia




















