Lama sekali ia memijati pangkal pahaku.Seakan sengaja memainkan Si Junior. Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku. Bokep Rusia Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Ke bawah lagi: Tidak. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Di balik kain tipis, celana pantai ini ia sebetulnya bisa melihat arah turun naik Si Junior. Agar kejadian kemarin terulang.Jam berapa aku berangkat. Ada dipan kecil panjangnya dua meter, lebarnya hanya muat tubuhku dan lebih sedikit.Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing.Dari atas: Turun. Lha wong Mbak Hawin menutupi wajahnya begitu. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku.




















