Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan. Bokep SMA Karena aku tau kamu menjaga betul kehormatanmu sebagai wanita” ucapnya.Lagi-lagi air mataku tak dapat kubendung, akupun memeluknya sangat erat dan menangis bahagia di pundaknya seraya berbisik ke telinganya “kasih aku kesempatan cil”.“Kamu kok tau nama panggilanku dulu?” Ucapnya kaget.“Ada deh, aku cinta kamu cil. Mau ampe kapan gue nunggu lo buka hati buat guuuu…..”
Njiirrrr, tanpa sadar mulutku menjadi responsif terhadap hatiku. Sesaat aku dibuatnya mematung, namun itu tak berlangsung lama. Bathinku setelah menelpon Bondan.“Temen-temen, maaf ya Bondan nya lagi ada urusan pekerjaan, jadi dia ga ada dirumah. Aku pun membalas lumatannya pada bibirku. Lo keluar ama siapa sih ?” Jawab Dewi yang mulai jengkel.“Lah kan gue gak ngarti kalo lo pada mau ke rumah, sama temen.” Jawabku membela diri.“Aaaiiiiiisssssshhhh.




















