Wearing only this itu loh, gua yakin lu bisa kok” aku lalu melepaskan satu-satu kancing kemejaku dan memperlihatkan bra-ku.“Ci.. XNXX Bokep Ahh!!” aku tak tahan untuk tak mendesah sebelum selesai menjelaskan karena sensasi yang ditimbulkannya, Felix sudah terlebih dulu mengepit benda itu diantara dua jarinya dan mengusap-usapnya.“Kenapa Ci? Kalo penting..?” tanyanya lagi.“Cerewet, ayo terusin lagi, bukan urusan lu!” bentakku membenamkan lagi wajahnya ke dadaku.Kamipun kembali berpacu dalam nafsu, ringtone HP-ku terus berbunyi sampai berhenti beberapa saat kemudian. Lix, kita coba keluar barengan ya, lu udah mau kan” desahku sambil mempererat pelukan ketika kurasakan perasan itu sudah mendekat.“Iyah Ci, gua juga udah mau!” jawabnya terengah-engah sambil mempercepat genjotannya.Kembali aku mengalami klimaks bersamanya yang lebih panjang dari sebelumnya, tanpa peduli keadaan aku mengerang panjang melepaskan segala perasaan yang ada dalam diriku.Disaat bersamaan pula, Felix menyusul ke puncak dengan menyemburkan maninya yang kental ke vaginaku hingga bercampur dengan lendir kewanitaanku.“Oouughh..!” dia pun melenguh panjang mengakhiri permainan ini.Kami berciuman dalam pelukan menikmati sisa kenikmatan hingga akhirnya terkulai




















