Setelah membersihkan seluruh spermaku dengan lidahnya, Stella bergerak ke atas. Bokep Pertama, ia cium bibirku dari sebelah kiri lalu turun ke bawah. “Eh, bisa keluar aku kalo kamu kayak gini terus,” bisikku lagi merasakan genggaman tangannya yang tak kunjung mengendur pada kemaluanku. Kupegang kepalanya mengikuti gerakan naik turun.“Stella, aku sudah nggak tahannn…” kataku agak lirih menahan ejakulasi. Kali ini Stella melakukan dengan penuh kelembutan, ia julurkan lidahnya hingga mengenai ujung kepala kemaluanku lagi. Melewati bagian tengah, naik lagi. Aku pun merapikan pakaianku sekedarnya. Dapat kurasakan lidahnya menyapu seluruh bagian kepala kemaluanku. “Mbak… udah lama kerja di sini?” tanyaku. Aku sudah benar-benar terangsang. Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali. Menjilat, menghisap, naik turun. Kami pun sepakat untuk janjian ketemu di luar pada hari Senin. Kutundukkan kepalaku untuk melihat yang sedang dikerjakan Stella pada kemaluanku. “Iya nih… tadi di bawah jembatan macet, mmm… gue potong dulu yach..” jawabnya




















