“Nggak apa-apa kalau Om nggak tau atau nggak peduli…” katanya pasrah.“Bel…”“Nggak apa-apa, Om… Ini pilihanku sendiri…”Aku tidak tahu harus berbuat apa. Tanganku bergerak sendiri menggenggam pinggang Belinda dan meremas payudaranya dari belakang.“Oh… terus Om… panjang bangeth… ssh…”“Ah… oh… aduh dalam banget… Bel ga pernah dimasukin sedalem ini Om…”Sudah kepalang tanggung, nasi sudah jadi bubur, kumakan saja buburnya sekalian. Film Porno Dan sensasi terakhir yang kudapat adalah dengan Belinda. Beberapa menit kemudian Belinda kembali, sesenggukan dan matanya basah.“Maaf, Om…*hiks*” ujarnya di sela isak tangis.“Nggak apa-apa, Bel… Kabar kurang enak kah…?”“Parah Om…” kata Belinda dengan nada pilu. Aku udah nyampe dari tadi, ini lagi ngobrol sama Om Jordy.”Dia berdiri menghadapku dan merentangkan lengan seolah-olah menawarkan pelukan, tapi kemudian dia mundur, seperti ragu-ragu. Hedy sedang membawa piring ke dapur untuk dicuci. Seolah-olah dia tak pakai rok. Kali ini Belinda berposisi merangkak di atas sofanya, dan dia sudah melepas bando sehingga rambut panjangnya jatuh membingkai wajahnya.




















