Debaran di dalam dadaku semakin keras dan menggemuruh saat Linda memeluk dan menciumi wajah serta leherku. Bokep Mama Dan aku selalu memanggilnya Tante Maya.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Maya. Tapi Linda tampaknya juga tidak peduli. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. Seluruh kasih sayang tertumpah padaku.Sejak kecil aku selalu dimanja, sehingga sampai besarpun aku terkadang masih suka minta dikeloni. Tapi aku masih tetap diam, tidak tahu apa yang harus kulakukan. PadahaI waktu itu Linda sudah dipengaruhi gejolak membara dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun menempel di tubuhnya.“Kau…”, desis Linda terputus suaranya. “Sudah jangan banyak tanya. Linda hanya diam saja. Sebenarnya banyak cowok yang menaruh hati dan mengharapkan cintanya.Tapi Linda malah menaruh hati padaku. Tapi aku masih tetap diam, tidak tahu apa yang harus kulakukan. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herman. Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.Tanpa diduga sama sekali, aku bertemu dengan Linda.




















