Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas. Ah, rasanya hari ini lelah sekali. Bokep Montok Sejak itu, aku hanya tinggal bertiga dengan ayah tiriku dan Rio.Sepeninggal ibuku, sikap Rio dan ayahnya mulai berubah. Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda. Yang gue tau cuma papa gue kimpoi sama nenek tua, mama elu!”“Rio!”“Elu kan cewek, Mer. Keluargaku saat itu hidup berkecukupan. Apa-apa sih kamu ini?! Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku. Kebingungan-kebingungan terus-menerus menyelimuti benakku. Antara sadar dan tidak sadar, kulihat temanku itu tersenyum. Jangan, Rio! Adanya ketidakcocokan serta pertengkaran-pertengkaran yang sering kali terjadi terpaksa meluluh-lantakkan pernikahan mereka yang saat itu telah berusia 18 tahun dengan aku sebagai putri tunggal mereka.










