terus…isap!!” perkataan pak Herman membuat aku makin terhina sehingga aku ingin cepat menyelesaikannya, “lidahnya ikut main juga Lus, isep…isep yang dalam!” ia makin menceracauSlllepphh…sssllrrp…mmmh…demikian suara mulutku yang lagi menghisap penis atasanku. Terlintas kembali rasa jijik yang membuatku ingin memuntahkannya setelah benda itu lepas nanti. XNXX Jepang “Uuugghhh….hhhmm…” aku mendesah tertahan di tengah cumbuannya yang ganas. Kekuatan itu membuatku menerima dengan sepenuh hasrat dan nafsu birahiku. Aku gelagapan dan hanya punya satu pilihan agar tidak tersedak sehingga dengan terpaksa aku harus menelan semua spermanya.“Anjing lu!” gerutuku dalam hati karena kesal. aku kini bagai kijang yang telah lumpuh dalam terkaman srigala. Aku terhenyak ketika ia melepaskan celana dalamnya dan mengeluarkan penisnya yang telah ereksi itu, benda itu mengacung tepat di depan wajahku seperti pistol yang ditodongkan. Namun anehnya aku malah semakin bergairah, sepasang paha mulusku menjepit kepalanya semakin erat seolah tidak rela pria itu menghentikan jilatannya pada daerah kewanitaaanku. Yang ada hanyalah seorang suami yang menceraikan istrinya tanpa alasan yang jelas.




















