Aku suka sekali dengan bau khas vaginanya, yang membuatku ingin terus mencium vaginanya. Bokep Arab Mau kututup pahanya, tapi sayang, kapan lagi aku bisa melihat pemandangan begini. Kata Bos baruku, aku harus datang jam 8.30 pagi, yaa.., aku pergi dari rumah jam 7.00, takut kalaukalau ada macet di jalan, paling tidak dalam dua jam aku sampai di kantor baruku.Ternyata di luar dugaan, aku tiba pukul 7.30. Gila benar nih, aku sudah terangsang sekali. Eryani menyuruhku tinggal dulu sampai hujan reda.Sementara Eryani mandi, aku di kamarnya hanya menonton TV. Tapi, tibatiba Eryani terbangun, dia mengusapusap matanya, dan melihatku seperti tak percaya kalau aku sekarang berada di sisinya. Selesai mandi, dia mengenakan daster selutut berwarna putih. Kukecup pipinya mesra. Sampai saat kepergiaannya, di bandara aku memeluknya dan memberikan ciuman selamat tinggal, sebab dia akan lama sekali tinggal di Penang, dan mungkin tidak akan kembali lagi ke Jakarta.Kalaupun dia balik ke Indonesia, dia akan balik ke Pontianak, tempat ayah ibunya berada.




















