Desahan Tari semakin terdengar jelas. Kami melanjutkan mengobrol sebentar, setelah itu aku kembali ke kantor. Bokep STW Lucu deh, masa istri sendiri diperkosa sih?”“Dia nggak marah kok. Rasanya ingin kupaksa saja Rina untuk melayaniku. Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.“Mir… Rina itu susah banget… dia bener-bener pelit kalo soal begitu. Aku dgn senang hati melakukannya. Rina mencium pipiku.“Cupp..!”“Tidur yg nyenyak yaa…” katanya perlahan.Kemudian ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. “Maksudnya kamu perkosa dia ya? xNafsuku terbilang tinggi. Enaknya tidak terlukiskan. Jantungku berdetak cepat. Seingatku, Tari tidak punya adik. Hanya saja, kalau di tempat tidur dia sangat “hemat”. luar…”Tari semakin intens mengulum dan menyedot, sehingga akhirnya k0ntolku menyemprotkan sperma berkali-kali ke dalam mulut Tari. Padahal aku sedang birahi tinggi dan butuh pernyaluran. Aku juga emang lagi butuh sih.










