Hubungan kami sebenarnya mulai sebagai layaknya saudara, sampai suatu hari saya telpon dan menyatakan keinginan saya untuk berhubungan lebih serius.“Kapan Cici ke Jakarta? Bokep Family Aku udah pengin banget nih ketemu sama kamu.” tanyaku ketika meneleponnya pada awal bulan yang lalu. Cici sepertinya menjadi bangkit gairah dan melenguh-lenguh sambil mengulum batang penisku.Setelah kami sama-sama penuh gelora dan napas kami telah tersengal-sengal penuh kenikmatan, Cici bertanya, “Gimana lanjutnya Har..?”
“Kamu bener udah siap..? “Aku kan sudah bilang. Aku sengaja menahan diri, untuk memberinya kesempatan lebih dulu.“Gimana Ci, enak..?” tanyaku, “Kamu pernah seperti ini sebelumnya..?”
“Aku nggak tahu pasti bayanganmu tentang diriku, Har. “Sama saja Sayang, kamu tadi kan begitu juga. Masih dengan agak canggung, Cici mulai memegang, menggosok dan memijat penisku, juga buah pelirnya. Semula ia terlihat jengkel tapi kemudian tersenyum, paham.Jam 12 malam sudah. “Learning by doing aja ya.” jawabku.Setelah memberi tahu cara-caranya, aku lalu rebahan.

