mana surat yang kau ingin berikan kepadaku?”
“Ah! “Aku sudah siap menerima syaratmu, silahkan kau menyerang terlebih dahulu!” Joe berkata sambil menyiapkan kuda-kuda pertahanannya. Bokeb apa hubunganmu dengan pemilik jurus itu!” kejut suara tanpa wujud mengenali jurus yang dikeluarkan oleh Joe.Melihat lawan mengenali jurusnya, tak urung membuat Joe heran, ia menjawab asal dan balik bertanya, “Beli dong di mall (emangnya jaman itu udah ada mall) bagaimana kau bisa tahu jurusku, makhluk jelek! Kepala Wulandari terlihat sibuk maju mundur dengan giat dan lincah berharap agar pendekar yang masih ‘hijau’ itu mencapai klimaksnya.Sekian lamanya Wulandari mengoral hingga mulutnya terasa pegal dan linu namun pendekar muda itu belum ada tanda-tanda akan klimaks, hanya erangan dan desahan keenakan yang meluncur pelan dari mulutnya. “Menerima bala, mencuri hati! Joe terbelalak melihat pemandangan yang sangat indah itu. Ilmu, harta, kuasa dan wanita hanyalah sebagai nikmat yang dianugerahkan dari yang Maha Kuasa kepada manusia yang bisa mendatangkan berbagai cobaan kepada manusia itu sendiri.




















