Aku ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya. Aku memang paling suka kalo dipuji.Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi. Bokep Tante Namun dia tak sendiri. Aku memang mudah sekali disogok. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, meski umurku sudah cukup dewasa. Sehingga pahanya jadi terbuka cukup lebar. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Dan kebetulan sekali aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yg cukup keren. Dan juga anak terakhir. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. Memandangi Lidya yg sudah rapi berpakaian. Dia tersenyum-senyum. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan.




















