Kalau saja, tidak keburuwanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumatSi Junior. Ia menekannekan agak kuat. Vidio Sex Seakan sengaja memainkan SiJunior. Toh ia sudah seperti pasrahberada di dekapan kakiku.Aku harus, harus, harus..! Apa katanya nanti? Lho, salon kan tempat umum. Alamak.., jauhnya. Sial. Aku meringismenahan sensasasi yang waow..! Baru saja aku memasang ikatpinggang, Wien menghampiriku sambil berkata,Telepon aku ya..!Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yangdisobek sekenanya. Wanita muda itu mengikuti di belakang.Kemudian menyerahkan celana pantai.Mbak Wien, pasien menunggu, katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Lalu ia memijat lutut. Ah apa saja. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Tidak lama wanitaitu mengetuk langitlangit mobil. Ia tersenyumramah. Jam berapa harussampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yangpenuh gelora itu. Lihatlah iatadi begitu teliti membenahi semua perlatannya. Dingin.Aku kegelian menikmati tangannya yang menari di ataskulit punggung. Ia tidak bercerita apaapa. ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan.




















