Untuk mencairkan suasana, aku berinisiatif membantu Mbak Sekar memakai perlengkapan pakaiannya kembali. Bokep Thailand Membiarkannya, berarti neraka, tapi kalau untuk melepasnya, jelas hal yang tak mungkin, mengingat sekecil apapun gerakan tak wajarku, Nenek akan curiga, dan show nya pasti sertamerta b e r a k h i r. Meski telah sangat pelan aku menaiki tempat tidur tersebut, tak urung, pendengaran nenek yang masih sepeka Radar, mampu mendeteksi kedatanganku. Biasanya saat-saat seperti itu adalah saat favoritku. Sebetulnya, aku sudah tahu rencana Nenek yang hendak pergi ke Semarang untuk menengok salah satu cucunya yang ada di kota itu. Kedua tangannya mulai bergerak merangkul bahuku, dan menekan tubuh mungilku ke tubuhnya. “Mbak lihat, ‘burungku’ jadi berdiri!,” seraya menunjukkan benjolan di celanaku.Mbak Sekar cuma tersenyum. Kalau sudah begitu, biasanya, aku akan langsung mencak-mencak membela Mbak Sekar.




















