kalau yg gitu kan sama kayak yg suka mangkal ntuh…”“Hahahahahahaha… aku cuma becanda kali. Bokep indonesia Udah, makan aja, belum makan kan lu?” jawabnya sambil membuka pintu mobil.Kami duduk di meja pojok café itu, setelah memesan makanan dan minuman kami pun mulai ngobrol-ngobrol.“Eh, nama loe siapa sih?” tanya tante itu.“Fajar, tante.”“Panggilnya jangan tante donk, emangnya gue kayak tante-tante.” katanya.“Namaku Hesti.”“Ya udah, panggil mbak aja ya?” kataku.Lucu jg, setalah aku tidurin, baru sekarang aku tahu namanya. Creett.. Oooohhh…” desahnya penuh nikmat.“Iya, mbak.” aku menyahut.Mbak Hesti lalu menarikku ke pelukannya, bibirku langsung dilumatnya mesra. terus… yg kenceng… lebih kenceng lagi…” tubuh wanita itu menggeliat.“Ahhh… aaah…” lalu tubuhnya berhenti dan mulai melemas.Pada saat itu jg meqinya terasa mencengkeram batang penisku, aku jadi tak tahan lagi dan akhirnya…Creett.. Creett.. “Kenapa diam, Jar, ngga mau ya?”“Ngga kok, mbak. Kenapa kemaren gak kamu cium aja, Jar?”“Takut mbaknya marah, mana galak banget lagi kemaren.”“Hahahahahaha… ya udah, sini, mana bibirmu?”Aku pun langsung melumat bibir Mbak Hesti penuh nafsu, namun baru beberapa




















