ayo Sayang.. Ssshh.. Bokep Family Sedangkan Erni sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Erni dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. “Ooohh.. Sayang..” desahan Erni semakin membuatku bernafsu. Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. “Ahhh.. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya. Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Pada saat itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin.




















