Tapi itu dulu.Terkadang itu terasa kosong. Bokep India Rupanya dia mendengar. Pakaiannya sudah di-kancing. Isi bus penuh sesak lagi. Membelai rambutnya? Saya merasakan bulu-bulu halus di telapak tangan saya. Aku terkejut.Ternyata itu bukan kaki seorang anak. Penis kecil, sangat basah. Aku bukan orang aneh juga. Sangat halus. Aha, dia mengerti. Anak itu ternyata dia tidak di pangkuannya. Masalahnya adalah membeli tiketnya sekarang.”Saya melihat ibu yang menyapa saya sebelumnya. Saya membuka tas dan mengambil sweter. Saya merasakannya. Aku memegang ujung rok dan mengangkatnya sedikit. Mungkin cawan itu hanya setengah. Bila dilihat dari jauh, seperti seseorang yang tangannya dingin karena AC. Ingin tahu. Kotoran.Untungnya Cikampek tidak terjebak. Saya membuka mata saya.“Maaf, bisakah aku menukarnya dengan suamiku? Ada selembar kertas kecil di bekas tempat duduk ibu. Setelah selesai. Saya ingin tahu apa yang ingin dia lakukan. Aku mengelus pahanya lagi. Wooa, sensasinya benar-benar luar biasa. Bertanya mengapa saya menghentikan itu.Aku membisikan lebih dekat ke telinganya dan menunjuk ke arah vaginanya. Masalahnya adalah membeli tiketnya sekarang.”Saya melihat










