Aku hanya pura-pura ngobrol kesana kemari, sampai akhirnya Om Bayu menawarkan lagi untuk main-main seperti kemarin dulu, barulah aku menjawabnya dengan mengangguk malu-malu. Vidio Bokep Tentu saja ini membuatku makin tidak karuan, aku menggelinjang-gelinjang, menggeliat-geliat kesana kemari. Akan tetapi ketika tatapan mataku secara tak sengaja melihat ke bawah, aku sangat terkejut melihat tonjolan besar yang masih tertutup oleh CD-nya, mencuat ke depan. Setelah Om Bayu merasa puas dengan permainan jarinya, dia menghentikan sejenak permainannya itu, tapi kemudian wajahnya mendekati wajahku. Dan aku kira… yah hanya sebatas ini perbuatannya. biar Om gampang meriksanya”. “Aahh…”, Om Bayu mendesis panjang dan kemudian menarik napas lega. Rupanya begitu yang disebut kemaluan laki-laki, tampaknya menyeramkan. “Om… kenapa dimasukkan semua… kan… janjinya hanya digosok-gosok saja?”, kataku dengan memelas, tapi Om Bayu tidak bilang apa-apa hanya senyum-senyum saja. Sedotan Om Bayu di vaginaku sangat kuat, membuatku jadi semakin kelonjotan. Kedua kakiku dipentangkannya, sehingga kedua pahaku sekarang terbuka lebar.




















