Buat Bossnya situs cerita ini tolong kritikannya yaa… aku ‘kan new challenger. Vidio Sex Suara Lala lirih tapi merdu seperti Long Island yang hangat sekali sampai ke ulu hati. Lala semakin mempererat pelukannya dan dengan aktif mengulum bibir dan lidahku, gerakannya pun dipercepat sendiri dengan geliatan-geliatan tubuhnya ke arah belakang. Tubuh Lala pun menggelepar-gelepar (sampai bunyi kedombrangan itu kap mesin Escudo) sambil melingkarkan kaki jenjangnya yang dialasi sepatu sendal bertali dengan hak 5 cm di pinggangku, kulumat kembali bibirnya yang megap-megap merasakan kenikmatan dari bawah tubuhnya (baca: si sempit). aaaggh!” muncrat deh sperma segarku di dalam liang Lala. “Maapin Iyan yah La?” aku merasa salah (padahal enggak hehehe…). Lala pun langsung menggigit bahuku dan menancapkan kuku-kukunya di punggungku sambil mempererat pelukannya ke tubuhku. masukin lagi Sayaang… Lala piipisss lagi sayang…!” permohonan dia pun kukabulkan dengan lebih melesakkan si kecilku lebih dalam.




















