No info
Setelah kuhirup dan hisap sejenak kutahanhisapanku, dan kusembur dan tiup kencang-kencang.“Brrrttt..! XNXX Jepang At last..! Makinlama makin kupercepat gerakanku, membuat gerakan Irene semakin liarmenghajar meja dosen kucel itu. Kuselipkan di antara pangkal paha Irene, setelah tepat,mulai kudorong pelan masuk ke dalam vaginanya yang tidak tahu kenapaterus-terusan berdenyut-denyut gitu yah?“Honneeeyyy..! Diangkatnya wajahku, walalah… senyuman.., dia melassekali. Kalo capek kugendong yah sampe parkiran..”
“Hihi.. Udah nubruk, nyerocos sana-sini, terus ngajakin ke kantin? Dia tidak mau melepaskan si ‘kecil’ dan testisku dariserbuan bibir sexy-nya, seperti dibetot oleh vacum cleaner dehhisapannya tidak habis-habis, dan lucunya sempat juga terdengar gelegaktenggorokan Irene. Irene membelai rambutku dandipegangnya erat pundakku. OooohhIyaaann…” akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batangkemaluanku disertai teriakkan panjang Irene. udah aku siapin, dari tadi aku udah di dalem kelasngeliat kalian bedua.





















