K.. Bokep Montok Mereka langsung jatuh tersungkur begitu segalanya usai. Kata-kata yang saling ejek dan goda dengan seling tawa saling dilontarkan antara Larsih dan Mas Diran melewati dinding rumah mereka. “Mas kangen banget niihh..,” sambungnya. Nampak Larsih dengan cuciannya yang menggunung, karena baru saat ini pengin nyuci sesudah 4 hari bermalas-malasan. Air mani Mas Diran deras terpompa keluar. Begitulah racau batin Larsih yang mengalir berkesinambungan. Mas Diraann.. Dia ingin penis Mas Diran menyemprotkan pejuh-nya. Jangaann.. Enakk bangeett diikk.., Larsiihh, oohh Larsiihh, Larsiihh,” Mas Diran menyongsong puncak nikmatnya sambil meracau memanggil manggil nama Larsih. Setiap kali Mas Diran menambah kecepatan. “Bantuin Dik. N’tar dicari yang punya,”
Kemudian Larsih menuju lubang di dinding, “Mana?,” permintaan ketusnya. Mmaass.. Tangan itu melepaskan vagina Larsih yang telah membasah. Genjotlah maju mundur penismu ke dalam mulutku.




















