“Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Vidio Bokep “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Air mataku jatuh tanpa terasa. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Selera makanku mendadak punah. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus.




















