Beberapa bulan telah berlalu. Gimana nasib Meriska? Bokep Family Lagian kan masih sore.”“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”“Gini deh, Mer. Itu juga setelah dibujuk rayu oleh seorang laki-laki teman kuliahku. Rio mematuhi perintah ayahnya. Gimana nasib Meriska? Namun jeritanku itu tak diindahkannya, sebaliknya ia menjadi semakin bergairah. Tapi bukan begini caranya!”“Heh, yang gue butuhin cuman tubuh molek elu, tidak mau yang lain. Semakin keras aku meronta-ronta tampaknya ikatan tanganku semakin kencang. Gue kasih elu obat penghilang pusing.”Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Kugeleng-gelengkan kepalaku yang terasa seperti berputar-putar.Tanpa mau membuang-buang waktu lagi, Rio mengeluarkan beberapa utas tali sepatu dari dalam saku celananya. Kemudian dengan sekali sentakan kasar, ia menarik lepas tali BH-ku, sehingga tubuh bagian atasku terbuka lebar, siap untuk dijelajahi. Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur dengan darah yang mengalir dari dalam kewanitaanku, menandakan selaput daraku sudah robek olehnya. Akibat kelelahan bercampur dengan kesakitan yang tak terhingga akhirnya aku tidak merasakan apa-apa lagi, tak sadarkan diri.




















