Sebelum aku mengganti posisi Dita, Pak Bram sudah meminta dia untuk telentang dan tetap memaksa meskipun Dita minta istirahat dulu atau kugantikan.Terpaksa Dita menuruti nafsu birahi laki laki seangkatan ayahnya itu, kasihan juga sebenarya melihat Dita yang dipaksa melanjutkan melayani pelampiasan syahwat Pak Bram. Kalau aku ragu sama seorang tamu, maka akupun akan bersikap sok akrab.Hingga Pak Yanto memintaku melepas pakaian, aku masih belum menemukan jawabannya meski sudah kuusahakan memancing beberapa pertanyaan yang mengarah, tetap saja gagal.Tubuhku yang sudah telanjang duduk dipangkuannya, kami saling berhadapan, Pak Yanto belum juga melepaskan pakaiannya.“kamu memang menggemaskan, menggairahkan dan menggoda, tak kusangka akhirnya aku dapat kesempatan ini” katanya disusul ciuman lembut di pipi dan bibir, lalu turun ke buah dada dan sedotan pada putingku.Entah kenapa saat Pak Yanto mencium pipi dan bibirku, bulu kudukku berdiri, seperti ada getaran aneh menyelimuti tubuhku. Bokep Montok Rasanya semua tak ada hubungan dengan Pak Yanto.“ah, nggak tau ah, mau Devi atau Dewi atau Debra terserah deh, aku nggak tahu” jawabku menyerah




















