Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. Bokep Cina Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. “Kan nggak ada yang lihat. Mas, aduuh.. Mulai terangsang, pikirku. Mamah enak Mas.. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Mamah masih sempit. Dan dalam waktu itu Mamah sempat klimaks dua kali. Luar biasa karena sebelumnya aku tak pernah merasakan sensasi se-luar biasa dan senikmat ini. terus..!” Kuraih tangan Mamah ke arah selangkanganku (ini kulakukan karena dia agak pasif. Hari itu aku berangkat kerja naik bis kota (kadang-kadang aku bawa mobil sendiri). Mungkin karena lendir vaginanya tidak terlalu banyak, aku makin menikmati ronde kedua ini. Aku terlentang dan dia jongkok di atas perutku. Jangan ulangi lagi (dengan orang yang sama), sensasinya atau getarannya akan berkurang. Aku bangkit berdiri dengan dengkul di kasur, sementara Mamah sudah dalam posisi siap tembak, terlentang dan mengangkang.




















