Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi, enak deh. Bokep Crot Kamipun akhirnya asik dengan permainan kami sendiri. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Direbahkan kepalanya di bahu kananku, sambil sesekali menyibakkan rambutnya yang panjang hingga lehernya terlihat dan nyaris tanpa batasmenyentuh bibirku. Tapi aku juga tidak bisa lepas dari dekapan Tia. Detak jantungku mulai kencang.Bergemuruh. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Rudi menatap curiga ke arah kami yang mungkin masih terlihat tidak siap dan kacau.Setelah makan malam selesai, acara selanjutnya dimulai. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Evi hanya menggelengkan kepala, seolah tidak bersemangat menanggapi kehadiranku. Ntar dicari mama lho, besok lagi aja yah.” Jawabku, karena sudah malam.Sebenernya pingin juga sih, nonton berdua dengannya. Tia memeluk erat tubuhku dari belakang, sambil bibirnya sesekali ditempelkan diarea sensitifku, di belakang telinga dan payudaranya yang kenyal




















