Kubuka kedua pahanya lebar2 dan kusisipkan kepalaku diantaranya. Jelas sekali leher jenjangnya dgn kulit yg putih mulus.“Maaf ya menunggu lama, tadi barusan mandi” ucap kak Iin membuyarkan lamunanku.“Oh..Gapapa kok kak, a..a..aku juga belum lama” balasku terbata-bata.“Ayo silakan masuk, kakak mau pakai baju dulu, oya itu krannya yg rusak ada di belakang dekat cucian piring” katanya mempersilakan aku masuk. Bokep Family Bentuk tubuhnya sangat ideal dgn tinggi badannya. aku haus nih” kataku. Tak hanya aku yg sering kesana kakak dari kakak iparku juga sering berkunjung kesana, sebut saja namanya kak Indri tp kita memanggilnya dgn sebutan kak iin. Selang ebberapa menit akhirnya “CROOOTTT…CROOOTT…CROOOTT…” Spermaku kutumpahkan semuanya di dalam mulut kak Iin. Kulihat sepasang gunung kembar dgn ukuran yg lumayan montok.“Wow, benar2 indah buah dada ini” ucapku spontan. Dia bahkan membalas ciumanku dgn ganas dgn kedua tangannya melingkar di leherku.




















