Aku dan adik-adikku selalu kompak membela Mama. Lalu disuruhnya Mimi membuka mulutnya lebar-lebar menyambut tumpahan sperma Willy yang deras. Bokep Rusia Dan selama rentang waktu itu, aku jadi pengamat selangkangan Willy jadinya. Yang melihat pasti hanya mengira kami sedang berjemur menikmati cahaya matahari di tepi kolam renang. Aku dan adik-adikku selalu kompak membela Mama. Dari kecil selalu hidup bergelimang harta, dari penghasilan Mamaku, membuat kehidupan glamour sangat melekat pada diri kami. Willy tersenyum memandangku. Macho.Mana bodinya oke banget lagi. Apalagi usianya enggak jauh dariku. Menghentak-hentak. Dasar nekat si Mimi. Ia sudah menyadari kehadiranku rupanya. Tapi males ah. Panjang banget. Jauh lebih menonjol kayaknya. Soalnya dia juga sering bawa cowok ganteng ke kamarnya. Batang gemuk itu penuh urat-urat. Biasalah, ngabis-ngabisin duit Mama. Mataku yang sedang merem melek langsung menatapnya. Ada apa denganku ini? Si Willy sih enggak ada perubahan. Bisa dibilang, si Willy ini piaraan Mama. “Benar Wil?” tanyaku. Soalnya dia juga sering bawa cowok ganteng ke kamarnya.




















