Novi hanya tersenyum, “mau lagi?” tawarnya, akupun mengangguk. Bokep Crot Tangan kananku masuk ke bawah kedua lututnya, tangan kiriku masuk ke dalam lehernya, aku pun memagutnya lagi dan dia faham apa yang aku maksud. Terus…, terus…, Novi tak peduli lagi dengan gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih menahan rasa yang luar biasa itu. Sedikit demi sedikit aku masukkan kembali, pelan tapi pasti. bareng aja yuk…kayaknya mau hujan besar nih” selalu saja aku cari kesempatan. Aku tidak lupa meninggalkan cupang di lehernya, lalu ciumanku pun turun ke dadanya. “Ada yang bisa saya bantu?”
“Kakak besok ada acara?”
AKu tersentak, tumben sekali dia bicara ini. Tidak berapa lama hujan semakin deras, bahkan aku sulit melihat jalan saking derasnya hujan.




















