“Boleh..”, kataku sambil memindahkan tanganku dari paha ke belahan kemejanya, menyusup ke balik BH-nya, meremas. Tawaran yang naif, sebab jawabannya begitu jelas. Bokep “Si joni udah engga tahan ya..”, goda Sari. “Ke mana..”, aku balik bertanya. “Uuhh” Sari melepaskan kulumannya, “Crot..”, kedua dan seterusnya ke celana dan perutku. Tanganku menyusup ke balik CD-nya. Aku coba menawar jamnya agak malam saja. “Iyyaa.., sini..”, kuraih tangannya menuju ke penisku. Syukurlah. “Kata Mas tadi mau jalan-jalan ke Lembang..”. Fasilitas di gedung kantor ini lengkap. Keteganganku yang tadi sempat turun oleh “gangguan” orang lewat, kini naik lagi. Beberapa kali ia menolak. Sari makin cepat. Segera kurebahkan jok Sari sampai rata, kuserbu bibirnya. “Iya”, jawabku. Peristiwa semalam tak mengubah prilakunya. Sampai ketika ujung jariku mulai masuk ke “pintu” vaginanya, Sari berontak, bangkit, lagi-lagi men-cek keadaan. Tentang waktu ini menjadi masalah. Ternyata pada pagi hari ketika toko baru buka atau sore hari menjelang tutup adalah waktu-waktu “aman” untuk mengganggunya. Kondisi jalan yang penuh tikungan dan tanjakan sementara konsentrasi




















