Aku sangat marah saat itu. Just wait there, watch TV or something. Bokep Indo Aku memainkan sebuah lagu melalui denting piano. Yo mendesah. Aku mencoba untuk menghiburnya, memberikan dukungan dan menyatakan bahwa ada orang yang mencintainya. Dia menasihatiku seperti dia menasihati adiknya. Pinggulnya benar-benar seperti “bodi gitar”. Sukar sekali untuk bisa mengatakannya. Jeanne memandangku dengan penuh tanda tanya dan ia mengusap dadaku, kemudian mencium dadaku. Malam itu (atau lebih tepatnya pagi dini hari) kulewati dengan makan bersama Jeanne (masakannya enak lho!) dan aku menginap di apartemennya.Pagi itu aku bangun dengan pikiran yang berkecamuk. Waktu itu aku sangat berdebar-debar dengan pikiran yang tidak karuan. Yo mempunyai darah Belanda dari ibunya. Kuelus rambutnya. Semoga kamu berbahagia di alam sana, batinku.“I’m still tired, Frank. Waktu itu aku sangat berdebar-debar dengan pikiran yang tidak karuan.




















