Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Bokep Barat kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.Mamah tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus berganti. enak, Mas enak.. Mas, enak sekali Mas. Aku menelan ludah. Saya dari Cikampek, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Pondok Indah,” jawabnya. cepat lagi.. “Sret.. enak, Mas enak.. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Ekspresi spontan karena malu.Kupikir dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. asin gimana gitu. enak.. Masa remajanya tidak sempat pacaran. Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor matasapi, akhirnya kami sepakat mencari hotel. Aku (sebut saja Aswin), umur hanpir 40 tahun, postur tubuh biasa saja, seperti rata-rata orang Indonesia, tinggi 168 cm, berat 58 kg, wajah lumayan (kata ibuku), kulit agak kuning, seorang suami dan bapak satu anak kelas




















