Kedua tanganku kini bergerak aktif memeluk tubuhnya.Tangan kananku menggapai dagunya lalu mengarahkan wajahnya berhadapan dengan wajahku. Aku merasakan tubuhku bagaikan layang-layang putus yang melayang terbang, tidak berbobot. Bokep Rusia “Mas ini mau nyari Mas Yoga atau..”, kata-katanya terputus tapi aku bisa menerjemahkan kelanjutan kalimatnya dari senyuman di bibirnya. Tanpa canggung lagi aku memeluk pinggang Eksanti, pada saat kami memasuki rumah makan tersebut. Aku tidak menjawab permintaannya. Setelah memesan makanan dan minuman, aku memeluknya lagi. Sesampainya di sana, aku melihat garasi tempat mobil Yoga biasa diparkir dalam keadaan kosong yang menandakan Yoga sedang keluar. enak banget, ‘yang, kamu makin pintar, ‘yang..”, ucapku merasa keenakan. “Pelan maas..”, ujarnya berulang kali, padahal aku merasa aku sudah melakukannya dengan begitu pelan dan hati-hati. Aku memandang matanya, memandang bibirnya yang basah. Eksanti mendesah. Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yang semakin kuat. “Tapi janji Mas yaa.., cuma yang ini aja”, katanya lagi.




















