“Itu namanya darah perawan sayang. Film Porno Rara hanya memandangku sambil menggigit bibirnya.Saat penisku sudah masuk 1/2 Rar memekik “AKhh…sakit yan” . “Itu namanya darah perawan sayang. Dia terdiam sejenak, kemudian menjawab “Ya gitu deh.” jawabnya. Kondisinya agak aneh.“Halo Ra ! Kemudian aku memberanikan diri untuk meremas pantatnya. Ohgh…..”. “Kenapa Yan, aku kurang cantik ya ? Semalem aja, aku lagi butuh ditemenin nih” pintanya. Aku percepat goyanganku, soalnya aku mau orgasme sama-sama. Setiap aku meremas pantatnya, Rara makin menekan memeknya ke pahaku.Aku mencoba untuk memegang memeknya dari belakang. “Dulu..” jawabnya singkat. Rara mengangguk kecil.“Ya udah, kita tidur. Rara cuma diam tapi kemudian rebahan disampingku, bahkan dia menarik selimut yang aku pakai supaya dia kebagian.“Kan aku dah bilang yan, aku lagi butuh ditemenin. “Iya yan gue juga sering denger”. Aku melihat ada sediki darah mengalir dari vaginanya, mungkin sisa selaput daranya masih ada yang belum pecah.Aku goyang perlahan penisku, tubuh Rara terguncang sedikit, rara masih menggigit bibirnya.




















