Akhirnya, pejuku nyemprot begitu kuat dan banyak membanjiri nonok nya. “Suka kontolku, Nes?” tanyaku lagi. Bokeb Tak selang beberapa detik kemudian, Ines pun merasakan desakan yang sama. Selama show, bodinya yang bahenol terbungkus dengan tank top ketat dan jeans yang juga ketat. Ugh, pasti nikmat sekali kalau kontolku yang diurut, pikirku. Kulumat bibir Ines sambil perlahan-lahan menarik kontolku untuk selanjutnya kubenamkan lagi. Denyutan itu begitu kuat sampai-sampai aku memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan yang begitu sempurna. Belum sempat aku mengucapkan sesuatu, Ines langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuhku. hh.. “Egkhh..” rintih Ines ketika mulutku melumat pentilnya. Kuhisap dalam-dalam. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. “Ok aja, tapi sekarang kita cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem”, kataku sambil berpakaian. Kembali aku melenguh merasakan ngilu akibat usapannya.




















