Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Keparat.“Rio! Bokep Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang berukuran cukup besar itu. Entah karena apa, hari ini bank tempatku bekerja terkena rush. Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Lalu ia menjalankan mobilnya ke sebuah motel yang tidak begitu jauh dari tempat itu.Setiba di motel, temanku memapahku yang terhuyung-huyung masuk ke dalam sebuah kamar. Elu punya toket bagus gini kok tidak bilang-bilang, Mer! Kita pulang aja yuk.”“Alaa, Mer. Akan tetapi ia mengacuhkanku. Kemudian ia membentangkan kedua tanganku, dan mengikatnya masing-masing di ujung kiri dan kanan tempat tidur. Bales budi dong!”“Iya, Rio. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. “Ini cewek lagi mabuk”, katanya kepada petugas keamanan diskotik yang menanyainya. Dengan ganasnya, ia meremas-remas gumpalan pantatku yang montok.




















