Nanang keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benang pun yang menutupinya.Dengan jelas Diah melihat batang kemaluan Nanang yang mengerut kedinginan. Bokep Dan saya diperintahkan untuk mencukupi keperluan Dik Nanang.Nah, sekarang kamu mau langsung pulang atau kita jalan-jalan dulu,” sambung Pak Dadi melihat ekpresi Nanang yang sedikit kecewa karena ketakutan akan tempat tinggal.Melihat gelagat itu Pak Dadi langsung berkomentar, “Jangan takut Dik Nanang pokoknya kamu tidak akan ada masalah,” tegur Pak Dadi sambil menegaskan akan tidur dimana dan akan kuliah dimana, itu semunya telah diaturnya karena mempunyai uang dan uang sangat berkuasa dibidang apapun.Mendengar itu Nanang menjadi tersenyum, sambil melihat-lihat orang yang berlalu lalang di depanya. Sambil terus berpikir tentang kejadian itu.Tidak segaja ia mendegar rintihan dari belakang yang kebetulan kamar Pak Dadi. Apalagi kalau kuliahnya harus pulang pergi, tentunya biaya akan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya kuliahnya. mana saya ingat Pak, itu kan sudah bertahun-tahun.”Selanjutnya obrolan dengan Pak Dadi yang belakangan ini diketahui selain kepercayaan di kantor, ia juga sebagai tangan kanan




















