Andi pun kemudian ngeloyor pergi ke kamarnya.Sambil menunggu, aku membaca koran di ruang tamu. Link Bokep Bentar ya nanti gantian..” kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion.“Oke deh bos..” jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku belakang mobilku.Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari mulut Novi.“Ayo Lis.. Ingin rasanya kulumat habis payudara gadis belia itu.Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek in di sebuah motel di sana.“Lu kan yang traktir Wan.. Ahh” erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku.“Jilati putingnya Mas..” pintanya.Erangannya semakin menjadi dan tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang hati.Puas menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya yang cantik.Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku mau.Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku.Tak sabar, kubantu dia membuka seluruh pakaianku.“Ih.. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan aktifitas kami di belakang.“Pindah aja ke sini” kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih menghisapi




















