Mungkin dia telah meminum obat kuat sebelum memaksaku ke sini.Pikiranku sedikit berkunang-kunang. Mengecil, lalu Chandra menariknya lepas dari mulutku, cairan putih meler dari samping bibirku. Bokeb Candra berjalan mendekat, kulihat handuknya sudah sedikit terangkat karena penisnya yang mengeraa. Apakah ia merekam hubungan seks ku dengan Mas Wahyu?Tubuhku langsung gemetaran, mungkin wajahku juga pucat. Mungkin sudah satu jam lebih aku berada dalam kamar kost ini. Besok mungkin aku harus menyiapkan rencana untuk pindah dari kost ini, bahkan kalau bisa harus pergi dari kota ini sebelum Candra kembali mengerjaiku. “Hmm, pakai kondom aja deh klo Kiki takut…”, katanya lalu ia bangkit dan mencari kondom di laci mejanya.Antara ketakutan dan sedikit lega, paling tidak Candra tidak bisa menghamiliku jika ia menyemprotkan spermanya di dalam liang vaginaku. Mungkin sudah satu jam lebih aku berada dalam kamar kost ini. Saking sibuknya ia berkeliling memperhatikan tubuhku, handuknya terjatuh, dan terpampang jelas lah penis besarnya itu.“Dadamu masih segar ya…”, dicuil-cuilnya seperti mencolek puding, Candra sangat tertarik dengan susuku yang




















