Aku hanya mengamatinya dari kamarku saat melihatnya bergerak meronta-ronta di kamarnya.Pagi itu aku sempat menengoknya di kamarnya lalu kusuapi dirinya dengan sarapan pagi nasi goreng buatanku.“Siapa yang masak Mas..” Marissa yang sudah agak tenang, dalam keadaan terikat erat, mulai membuka pembicaraan. “Wah kok Mas tahu??”“Senin siang aku telpon kamu mau tanya Euro, seperti biasa kamu dengan sombongnya menolak telponku.. Bokep Indo He he hee..Maksudku dia mengenakan blus merah yang tertutup dari lehernya dengan berkerah shang-hai dengan kancing-kancing warna emas yang manis dan tertib berbaris dari leher hingga bagian bawah pinggangnya.Memakai rok warna hitam yang 10cm dari lutut, bersepatu mirip pantovel dengan tali yang melintang di bawah pergelangan kakinya.. Ku parkir sejenak.. Usai sarapan dan minum teh hangat, mulutnya aku jejali saputangan yang masih mengandung cloroform..Lalu aku sumbat lagi dengan lakban, kembali Marissa tertidur lalu aku mengunci kamarnya dan meninggalkannya untuk pergi ke kantor.Sebagai seorang eksekutif, jam kerjaku lebih fleksible.




















