“Sebentar lagi juga pulang. Segera aku melipatkan kedua kakiku di belakang pantatnya. Film Porno “Oohh… Yantii… ennaakss… sekaalii..!” begitu teriakku.Aku mulai menggoyangkan pinggulku, memancing nikmat yang lebih. Samakin mengkilat saja penis itu.“Oh Mas.., aku hampiir sampaaii..! Itu semua kulihat tadi dan kini terbayang di dalam benakku.Beberapa menit kemudian, ketika ada sesuatu yang lain di dalam vaginaku, semakin kupercepat jari ini kukeluar-masukkan. Tubuh Mas Sandi menahan tubuhku yang mengejang itu. Tubuhku melayang entah kemana, dan sungguh aku sangat menikmatinya. Dan aku tidak menduga kalau rahimku pun menampung air sperma yang keluar dari penis lelaki selain suamiku. Tinggallah tubuh setengah bugilku. Aku kembali gelagapan, kembali resah dan tubuhku semakin panas. Tangan kirinya menahan tubuhku di punggung.Sementara tangan kanannya turun ke bawah menuju kemaluanku.




















